Kisah Untuk Renungan 2

Kisah ini mungkin saja terjadi dalam hidup anda..
Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari
demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung
mereka menghadap ke langit.
Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di
sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari
laci ayahku. Lagi

Kisah Untuk Renungan

Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk dijadikan budak atau pelayan. Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun
melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica. Lagi

Kisah Anak Jalanan

“bang Alfi…LARI !! LARI !!!”, teriak Desi sekeras-kerasnya.
“WOI !! COPET !!!”, si pria itu berteriak sambil bergegas mengejar seorang anak kecil.
“hhh…hhh..”. Nafas Alfi terengah-engah karena terus berlari kencang dari tadi. Sambil membawa dompet hasil curiannya, Alfi terus berlari, langkah kaki kecilnya begitu pendek sehingga larinya sangat cepat. Matanya begitu cekatan memperhatikan orang-orang dan belokan-belokan serta gang-gang sempit. Hindar kesana kemari, belok sana sini hingga akhirnya Alfi menengok ke belakang, orang yang mengejarnya sudah tidak ada.
“haahh..”, nafasnya sudah terasa sangat berat dan kedua kakinya juga sudah terasa pegal. Alfi tahu dia tidak kuat berlari lagi. Alfi menengok ke kanan & kiri mencari tempat untuk sembunyi. Alfi menemukan sebuah tong. Alfi membuka tutup tong dan langsung masuk ke dalam tong itu.
“mana tuh bocah? cepet banget larinye…hhh”. Hati Alfi berdegup kencang mendengar suara orang yang sepertinya sedang mencarinya. Alfi berdoa ke Tuhan agar dia tidak ketahuan, badannya sampai gemetaran ketakutan.

Kejadian seperti ini sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Alfi. Sudah biasa bagi Alfi berlari dari kejaran orang seperti ini. Alfi perlahan mengintip keadaan sekitar dari dalam tong. Sepertinya aman, bahkan tak ada orang sama sekali. Yakin sudah aman, Alfi pun perlahan keluar dari tempat persembunyiannya. Dengan perlahan, Alfi berjalan keluar dari gang itu. Dompet yang tadi ia curi, sudah tersimpan dengan aman di dalam celananya. Meski sudah tak harus berlari lagi, Alfi masih tetap waspada memperhatikan sekelilingnya, takut orang yang tadi mengejarnya masih ada di sekitar situ. Orang-orang di pasar terlalu sibuk untuk memperhatikan tingkah laku Alfi. Dan lagipula, mungkin tidak ada yang menyangka kalau Alfi itu adalah pencopet ulung karena wajahnya yang polos & lugu. Alfi terus berjalan menuju tempat pertemuan biasa yang Alfi & Desi tentukan jika harus berpisah sewaktu-waktu. Alfi berjalan menyusuri taman dan melihat temannya, Desi, sudah menunggunya duduk di bangku taman. Lagi

bukit-bintang-di-dago-vs-bukit-jomblo

created by : sonny_snt

SELAMAT BERMALAM MINGGU. 07:00 malem.
Gua lagi diem di kamar. Setelah menyadari bahwa keadaan di luar rumah tidak kondusif untuk gua berdiam-diam lama. Bagaimana tidak, lalu lalang motor, orang berjalan, orang mondar-mandir, orang teriak-teriak,  orang lari-lari sambil lempar jumrah (loHHH).
Sekilas gak ada masalah kan. Tapi setelah menyadari kalau banyak orang yang mengendarai motor itu berpasang-pasangan, orang yang jalan depan rumah di pinggirnya menemani seseorang, orang lalu lalang sambil menggandeng cewek atau cowok, dan bahkan babeh-babeh yang sering maen gapleh di POSYANDU RW pun menggandeng pasangannya, ya istrinya ,
gua mulai sadar,
“Mending mengurung diri di kamar, Diem depan komputer, Buat dunia sendiri, dan mulailah garuk-garuk tanah guna membuat liang lahat.”
Begitulah, MALEM MINGGU bagaikan malem jumat bagi seorang jomblo macem AING.
gua masih di dalam kamar.
Setengah jam terlewati… “Setan,” Layar monitor kosong. Setengah jam lebih satu menit terlewati… “Geblek!” Replika Kertas dalam program Microsoft Word masih putih bersih. Setengah jam lebih setengah jam… “Anjissss ini gak bisa…” Gua gak bisa nulis apapun. Entah. Jadinya gak tenang aja. Gua putuskan untuk mengirim sms ke seseorang…
“DIMANA CENG??” Lagi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.