Sebuah Paragraf…
16 Des 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
Berikut ini adalah pengertian paragraf dari berbagai sumber :
- “Paragraf adalah kumpulan kalimat beberapa kalimat yang saling berkaitan.” (Hayon, Josep: 2007, hal. 32)
- “Paragraf adalah kumpulan beberapa kalimat yang secara bersama-sama mendukung satu kesatuan pikiran.” (Rahayu, Minto: 2007, hal. 97)
- “Sekelompok kalimat yang yang saling berhubungan dan secara bersama-sama menjelaskan satu unit buah pikiran yang sejalan dengan buah pikiran seluruh tulisan.” (Wiyanto, Asul: 2006, hal. 13)
- “Paragraf adalah pembagian komposisi tertulis yang terdiri dari satu atau lebih kalimat dan berhubungan dengan satu titik atau memberikan kata-kata seorang pembicara.” (Meriam)
Contoh Paragraf :
Embun terbentuk dengan baik pada malam hari yang cerah dan tenang. Ketika angin bertiup, udara tidak cukup waktu untuk bersentuhan dengan benda-benda dingin, sehingga membutuhkan lebih banyak waktu untuk menjadi dingin mendekati titik embun. Ketika langit berawan benda-benda menjadi dingin lebih lama karena awan memancarkan kembali panas ke bumi. Embun juga terbentuk dengan baik ketika kelembaban tinggi.
B. Isi Paragraf
1. Gagasan Pokok
Gagasan pokok (gagasan utama) merupakan jiwa dari karangan yang berisi ide dasar masalah yang akan dibicarakan di dalam paragraf. Gagasan pokok biasanya dituangkan di dalam kalimat topik. Sebuah paragraf harus memiliki gagasan pokok. Jika sebuah paragraf tidak memiliki kalimat topik maka tidak jelas sesuatu atau maksud yang diungkapkan oleh penulis. Dari contoh paragraf di atas, gagasan pokoknya, yaitu :
“Embun terbentuk dengan baik pada malam hari.”
2. Kalimat Topik
Kalimat topik adalah kalimat yang paling terpenting dalam sebuah paragraph karena merupakan ide utama dalam paragraph tersebut. Topik juga mengontrol dan membatasi ide yang didiskusikan dalam paragraph. Kalimat topik dibagi menjadi dua bagian yaitu topik dan pengontrol ide, sedangkan topik adalah subject yang kita bicarakan. Dari contoh paragraf di atas adalah kalimat topiknya yakni :
“Embun terbentuk dengan baik pada malam hari yang cerah dan tenang”
Topik : Embun terbentuk dengan baik
Pengontrol ide : Malam hari yang cerah dan tenang.
3. Kalimat Pendukung
Kalimat Pendukung harus “mendukung” atau menjelaskan ide yang dinyatakan dalam kalimat topik. Rincian penting untuk membantu pembaca memahami apa yang Anda tulis. HARUS menjawab pertanyaan yang diajukan oleh kalimat topik Anda. Dari contoh paragraf di atas, kalimat pendukungnya yaitu :
“Ketika angin bertiup, udara tidak cukup waktu untuk bersentuhan dengan benda-benda dingin, sehingga membutuhkan lebih banyak waktu untuk menjadi dingin mendekati titik embun. Ketika langit berawan benda-benda menjadi dingin lebih lama karena awan memancarkan kembali panas ke bumi. Embun juga terbentuk dengan baik ketika kelembaban tinggi.”
Contoh paragraf lengkap dengan topik fenomena multimedia
“Penggunaan multimedia seringkali ditemukan pada zaman serba canggih seperti sekarang. Baik untuk media penyampaian materi ataupun untuk keperluan hiburan. Alasan mengapa multimedia menjadi sangat popular adalah karena tampilan multimedia yang beraneka ragam sehingga tidak membuat orang-orang yang memperhatikannya tidak cepat bosan dan tetap memperhatikan.
Sebagai contoh, seorang pegawai memiliki sebuah ide untuk membuat sebuah robot. Pegawai itu tentu harus menyampaikan ke kepala divisi agar perusahaan tempatnya bekerja menyetujui untuk membuat robot tersebut. Sangat merepotkan kalau pegawai itu harus menyampaikan idenya secara lisan atau dalam bentuk tertulis kepada atasannya. Untuk itu dia membuat sebuah animasi dari cara kerja robot rancangannya. Dengan menggunakan animasi, kepala divisi perusahaan bisa memahami cara kerja robot rancangan pegawai itu dengan mudah dibandingkan jika dijelaskan dengan lisan atau tertulis.
Dalam hal pendidikan, multimedia juga sangat berguna. Penyampaian materi pelajaran dengan menggunakan multimedia akan lebih cepat dipahami oleh para murid karena tampilan yang lebih menarik sehingga mereka tidak cepat bosan dan terus memperhatikan materi tersebut hingga selesai. Lagipula, informasi yang divisualisasikan tentu akan lebih mudah untuk dipahami.
Namun, penggunaan multimedia dalam pembelajaran juga memiliki masalah, yaitu jika listrik padam. Multimedia yang biasanya menggunakan listrik tentu tak akan bisa digunakan. Untuk itu, diperlukan persiapan jika multimedia tidak bisa digunakan. Di luar kekurangan itu, tak bisa dipungkiri kalau multimedia benar-benar sangat berguna, baik untuk pembelajaran maupun hiburan. Oleh karena itu, pengembangan di bidang multimedia harus terus dilakukan agar proses pembelajaran terasa lebih menarik dan menyenangkan.”
Sumber :
http://organisasi.org/pengertian_paragraf_alinea_dan_bagian_dari_paragraf_bahasa_indonesia
http://tubanku.wordpress.com/2007/10/06/tips-membuat-karya-tulis/
http://t_wahyu.staff.gunadarma.ac.id/Downloads
repository.binus.ac.id/content/G0012/G001225729.ppt
Penghargaan Karya Ilmiah (Daftar Pustaka, footnote, kutipan)
13 Nov 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
Nama : Zulfikar Akbar
Kelas : 3KB01
NPM : 22108146
Dalam sebuah thesis atau karya ilmiah, sering kita temukan istilah daftar pustaka. Bisa dibilang daftar pustaka seperti bagian yang tak mungkin tak terpisahkan dari sebuah karya ilmiah karena dalam menulis sebuah karya ilmiah, tentu lah kita harus menggunakan referensi atau sumber acuan dari buku-buku yang telah ada. Selain itu sering kita dengar juga, tentang kutipan dan footnote pada sebuah karya ilmiah. Jadi, saya akan mencoba membahas apa itu daftar pustaka, kutipan, dan catatan kaki (footnote).
A. Daftar Pustaka
A.1. Pengertian Daftar Pustaka
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), daftar pustaka adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karya tulis atau buku dan disusun berdasarkan abjad. Menurut Gorys Keraf yang dimaksud dengan daftar pustaka atau bibliografi adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel- artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan yang sedang digarap.
Sedangkan menurut Gorys Keraf (1997 :213) yang dimaksud dengan bibliografi atau daftar kepustakaan adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sehagian dan karangan yang tengah digarap. Bagi orang awam, bibliografi mungkin tidak penting artinya, tetapi bagi seorang sarjana, seorang calon sarjana, atau seorang cendekiawan, daftar kepustakaan itu merupakan suatu hal yang sangat penting.
A.2. Unsur-unsur daftar pustaka
Untuk persiapan yang baik agar tidak ada kesulitan dalam penyusunan bibiografi itu, tiap penulis harus tahui pokok-pokok mana yang harus dicatat. Pokok yang paling penting yang harus dimasukkan dalam sebuah bibliografi adalah:
(1) Nama pengarang, yang dikutip secara lengkap.
(2) Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
(3) Data publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke-berapa, nomor jilid, dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
(4) Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid. nomor dan tahun.
Ada penulis yang memberikan suatu daftar bibliografi yang panjang bagi karya yang ditulisnya. Namun untuk penulisan karya-karya pada taraf permulaan cukup kalau diusahakan suatu daftar kepustakaan darii buku-buku yang dianggap penting, dan sungguh-sungguh diambil Sebagai pertimbangan atau dijadikan dasar orientasi dalam penyusunan bahan-bahan karya tulis itu.
Bila daftar bibliografinya cukup panjang, biasanya dibuat daftar ber-dasarkan klasifikasinya. Ada yang membedakan daftar yang hanya memuat buku, artikel majalah, artikel ensiklopedi, harian, dsb. Ada pula yang membuat daftar berdasarkan kaitannya dengan tema yang digarap: buku-buku atau referensi dasar, bibliografi khusus dan bibliografi pelengkap.
Persoalan lain yang perlu ditetapkan juga dalam hubungan dengan bibliografi adalah di mana harus ditempatkan daftar kepustakaan itu? Bila karangan tidak terlalu panjang, misalnya skripsi, maka cukup dibuat sebuah daftar bibliografi pada akhir karangan itu.
Tetapi kalau bukunya sangat tebal , serta tiap bab cukup banyak bahan-bahan referensinya, maka dapat diusahakan sebuah bibliografi untuk tiap bab. Dalam hal terakhir ini ada kemungkinan bahwa sebuah karya dapat disebut berulang kali dalam bab-bab berikutnya.
A.3. Jenis-jenis Daftar Pustaka
a. Kelompok Textbook
• Penulis perorangan.
• Kumpulan karangan beberapa penulis dengan editor.
• Buku yang ditulis / dibuat oleh lembaga.
• Buku terjemahan.
b. Kelompok Jurnal
• Artikel yang disusun oleh penulis.
• Artikel yang disusun oleh lembaga.
• Kelompok makalah yang diresentasikan dalam seminar / konferensi / symposium.
c. Kelompok disertasi / tesis
d. Kelompok makalah / informasi dari Internet
A.4. Penyusunan Daftar Pustaka
Untuk menyusun sebuah daftar yang final perlu diperhatikan terlebih dahulu hal-hal berikut :
a. Nama pengarang diurutkan menurut alfabet, Nama yang dipakai dalam urutan itu adalah nama keluarga.
b. Bila tidak ada pengarang, maka judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan alfabet.
c. Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan referensi, maka untuk referensi yang kedua dan seterusnya , nama pengarang tidak perlu diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketukan.
d. Jarak antara baris dengan baris untuk satu referensi adalah satu spasi. Tetapi jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
e. Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak 3 atau 4 ketikan. (Gorys Keraf, 1997 : 222).
contoh :
i. dengan 1 orang pengarang :
Hockett. Charles F. A Course in Modern Linguistics. New York: The Mac Millan Company. 1963.
ii. dengan 2 orang atau 3 orang pengarang :
Oliver. Robert T.. and Rupert L. Cortright. New Training for Effective Speech. New York:
Henry Holt and Company, Inc.,1958
(1) Nama pengarang kedua dan ketiga tidak dibalikkan; dalam hal-hal lain ketentuannya sama seperti nomor a.
(2) Urutan nama pengarang harus sesuai dengan apa yang tercantum pada halaman judul buku, tidak boleh diadakan perubahan urutannya.
iii. Buku dengan banyak pengarang
Morris, Alton C. et. al. College English, the First Year. New York : Harcourt, Brace &
World. Inc., 1964
Untuk menggantikan nama-nama pengarang lainnya cukup di-pergunakan .singkatan et a!. singkatan dan kata Latin et alii yang berarti dan lain-lain. Dalam hal ini dapat dipergunakan singkatan et. al. atau dkk (dan kawan-kawan).
iv. Sebuah Buku Terjemahan
Multatuli. Max Have/aar, atau Ladang Kopi Persekutuan Dagang Belanda, terj. H.B. Jassi, Jakarta: Djambatan, 1972.
(1) Nama pengarang asli yang diurutkan dalam urutan alfabetis.
(2) Keterangan tentang penterjemah ditempatkan sesudah judul buku, dipisahkan dengan sebuah tanda koma.
B. Kutipan
Kutipan adalah pengambil alihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argument dalam tulisan itu sendiri.
Kutipan sering kita pakai dalam penulisan karya ilmiah.Bahan-bahan yang dimasukkan dalam sebagai kutipan adalah bahan yang tidak/belum menjadi pengetahuan umum, hasil-hasil penelitian terbaru dan pendapat-pendapat seseorang yang tidak/belum menjadi pendapat umum. Jadi, pendapat pribadi tidak perlu dimasukkan sebagai kutipan.
Dalam mengutip kita harus menyebutkan sumbernya. Hal itu dimaksudkan sebagai pernyataan penghormatan kepada orang yang pendapatnya dikutip, dan sebagai pembuktian akan kebenaran kutipan tersebut. Cara penyebutan kutipan ada 2 cara, yaitu system catatan kaki dan sistem catatan langsung ( catatan perut ). Kita harus memilih salah satu dan harus konsisten.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengutip:
• Penulisan nama pengarang menggunakan nama akhir disertai tahun.
• Jika pengarangnya dua orang, ditulis nama akhir kedua pengarang tersebut.
• Jika pengarangnya lebih dari 2 orang, tuliskan nama akhir pengarang pertama diikuti dkk.
• Jika nama pengarangnya tidak ada, yang dicantumkan adalah nama lembaga yang menerbitkan, nama dokumen yang diterbitkan atau nama koran.
• Untuk karya terjemahan, nama pengarang yang dituliskan adalah nama pengarang asli.
Mengutip dari dua sumber atau lebih yang ditulis oleh pengarang berbeda, dicantumkan dalam satu tanda kurung dengan titik koma sebagai tanda pemisahnya.
B.1. Jenis Kutipan
i. Kutipan Langsung
Kutipan langsung adalah kutipan yang ditulis sama persis dengan sumber aslinya, baik bahasa maupun ejaannya. Cara penulisannya sebagai berikut :
a) Kutipan yang panjangnya kurang dari empat baris dimasukkan kedalam teks,
§ Diketik seperti ketikan teks
§ Diawali dan diakhiri dengan tanda (“)
§ Sumber rujukan ditulis langsung sebelum atau sesudah teks kutipan
b) Kutipan yang terdiri dari empat baris atau lebih,
§ Diketik satu spasi
§ Dimulai tujuh ketukan dari batas tepi kiri
§ sumber rujukan ditulis langsung sebelum teks kutipan
ii. Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang tidak sama persis dengan aslinya. Adapun cara penulisannya sebagai berikut :
§ Kalimat-kalimat yang mengandung kutipan ide tersebut ditulis dengan spasi rangkap sebagaimana dengan teks biasa
§ Semua kutipan harus dirujuk
§ sumber-sumber rujukan harus ditulis sebelum atau sesudah kalimat-kalimat yang mengandung kutipan
C. Footnote
Catatan kaki (footnote) adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.
C. 1. Fungsi catatan kaki
Catatan kaki dicantumkan sebagai pemenuhan kode etik yang berlaku, sebagai penghargaan karya orang lain.
C. 2. Pemakaian
Catatan kaki dipergunakan sebagai :
a. Pendukung keabsahan penemuan atau pernyataan penulis yang tercantum di dalam reks atau sebagai petunjuk sumber
b. Tempat memperluas pembahasan yang diperlukan tetapi tidak relevan jika dimasukkan di dalam teks, penjelasan ini dapat berupa kutipan pula
c Referensi silang, yaitu petunjuk yang menyatakan pada bagian mana/halaman berapa, hal yang sama dibahas di dalam tulisan;
d Tempat menyatakan penghargaan atas karya atau data yang diterima dari orang lain.
C. 3. Penomoran
Penomoran catatan kaki dilakukan dengan menggurakan angka Arab (1, 2 dan seterusnya) di belakang bagian yang diberi catatan kaki, agak ke atas sedikit tanpa memberikan tanda baca apapun. Nomor itu dapat berurut untuk setiap halaman, setiap bab, atau seluruh tulisan.
C. 4. Penempatan
Catatan kaki dapat ditempatkan langsung di belakang bagian yang diberi keterangan ( catatan kaki langsung) dan diteruskan dengan teks.
C. 5. Unsur-unsur Catatan Kaki
A. Untuk Buku
1) Nama pengarang (editor, penterjemah), ditulis dalam urutan biasa, diikuti koma (.).
2) Judul buku, ditulis dengan huruf kapital (kecuali kata-kata tugas), digarisbawahi.
3) Nama atau nomor seri, kalau ada.
4) Data publikasi :
(a) Jumlah jilid, kalau ada
(b) Kota penerbitan, diikuti titik dua ditulis
(c) Nama penerbit, diikuti koma di antara.
(d) Tahun penerbitan. tanda kurung
5) Nomor jilid kalau perlu.
6) Nomor halaman diikuti titik (.)
B. Untuk Artikel dalm Majalah/Berkala
1) Nama pengarang.
2) Judul artikel, di antara tanda kutip (“…”).
3) Nama majalah, digarisbawahi.
4) Nomor majalah jika ada.
5) Tanggal penerbitan.
6) Nomor halaman.
Perlu diketahui bahwa banyak cara yang teiah diterapkan sehubungan dengan pemakaian dan penulisan kutipan, catatan kaki, dan daftar kepustakaan. Dalam pelaksanaannya mungkin setiap instansi / perguruan tinggi menerapkan aturan-aturan yang berbeda-beda dalam penulisan kutipan, catatan kaki, dan daftar kepustakaan, namun ketiga hal yang telah dijelaskan di atas memiliki fungsi, yakni :
a. Memberikan informasi bahwa pernyataan yang dibuat bukan hasil pemikiran sendiri tapi juga ditambahkan dengan pemikiran orang lain.
b. Apabila pembaca menginginkan mendalami lebih jauh pernyataan yang dikutip, dapat membaca sendiri referensi yang menjadi sumber kutipan.
c. Memberikan apresiasi atau penghargaan terhadap penulis buku yang telah membantu kita dalam penulisan karya tulis yang kita selesaikan.
d. Menjaga profesionalitas penulis terhadap karya tulis yang telah dia buat.
e. Menjaga etika penulisan karya ilmiah dimana setiap karya orang lain patut diberikan penghargaan tersendiri.
Oleh karena itu, dalam suatu karya ilmiah, penulisan catatan kaki, kutipan, dan daftar kepustakaan itu sangatlah penting karena selain meyakinkan pembaca kalau karya ilmiah yang kita buat berdasarkan penelitian yang menggunakan referensi dan bukan berdasarkan pendapat pribadi seorang, ketiga hal tersebut juga dimaksudkan untuk memberikan appresiasi atau penghargaan terhadap karya ilmiah seseorang yang kita gunakan untuk menjadi acuan saat penulisan karya ilmiah. Sebab karya ilmiah yang asal mencantumkan karya tulis orang lain tanpa menuliskan sumbernya bisa disebut sebagai karya PLAGIARISME, dan itu TIDAK DITOLERIR !!
Sumber referensi :
http://www.docstoc.com/docs/22448919/04-Penulisan-Daftar-Pustaka
http://www.scribd.com/doc/36537268/Penyusunan-Daftar-Pustaka
http://www.scribd.com/doc/17294193/cara-membuat-sebuah-kutipan
http://www.scribd.com/doc/9678463/Daftar-Pustaka-Dan-Catatan-Kaki
http://mycandybaby.wordpress.com/2009/12/26/daftar-pustaka-dan-kutipan/
Ragam Ilmiah Untuk Karya Ilmiah
24 Okt 2010 2 Komentar
Sebelum membahas pentingnya ragam ilmiah dalam pembuatan suatu karya ilmiah, kita perlu tahu apa itu karya ilmiah dan juga apa itu ragam ilmiah.
- Karya Ilmiah
1.1. Hakikat Karya Ilmiah
Karya Ilmiah atau dalam bahasa Inggris, scientific paper, adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Karya ilmiah ditulis untuk mencari suatu jawaban mengenai suatu hal dan untuk membuktikan kebenaran dari suatu fakta yang ada. Adapun tujuan lain diantaranya, menyampaikan gagasan, memenuhi tugas dalam studi, untuk mendiskusikan gagasan dalam suatu pertemuan, mengikuti perlombaan, serta untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan atau hasil penelitian. Proses penulisan dan penyajian karya ilmiah dilakukan dengan melakukan studi pustaka dan studi lapangan terlebih dahulu.
1.2. Ciri Karya Ilmiah
Karangan ilmiah mempunyai beberapa ciri, antara lain:
- Jelas. Artinya semua yang dikemukakan tidak samar-samar, pengungkapan maksudnya tepat dan jernih.
- Logis. Artinya keterangan yang dikemukakan masuk akal.
- Lugas. Artinya pembicaraan langsung pada hal yang pokok.
- Objektif. Artinya semua keterangan benar-benar aktual, apa adanya.
- Seksama. Artinya berusaha untuk menghindari diri dari kesalahan atau kehilafan betapapun kecilnya
- Sistematis. Artinya semua yang dikemukakan disusun menurut urutan yang memperlihatkan kesinambungan
- Tuntas. Artinya segi masalah dikupas secara mendalam dan selengkap-lengkapnya.


