Film Animasi WALL-E yang menarik

Trailer :

Review :

700 tahun setelah perjalanan penduduk bumi ke luar angkasa karena kondisi bumi yang semakin tercemar dan tertutup oleh sampah. Di bumi, ultrastore Buy and Large (B&L) mempekerjakan robot-robot pengompress sampah, yang diberi nama WALL-E (Waste Allocation Load Lifter Earth). Saat ini, di bumi, hanya tinggal tersisa satu robot WALL-E. Dan, si robot kecil ini menjalani hari-harinya yang membosankan dan sepi dengan mengompress sampah-sampah yang memenuhi bumi dan menyusunnya menjadi tumpukan balok raksasa yang menyerupai gedung bertingkat. WALL-E hanya memiliki teman seekor kecoak immortal.

Untuk mengusir rasa sepinya, WALL-E hobi mengumpulkan benda-benda yang menurutnya unik, aneh, dan lucu. Ia mengoleksi bola lampu, korek gas, garpu, sendok, sampai keping CD. Barang favoritnya adalah iPod yang menyiarkan video film musikal lama Hello Dolly. Sehabis bekerja, WALL-E paling hobi menyetel iPod dan menikmati gambar orang-orang yang sedang menyanyi dan menari, juga mengagumi adegan tokoh film yang sedang berduet mendendangkan lagu cinta sambil berpegangan tangan.

Suatu hari, bumi kedatangan kapal induk raksasa dari angkasa luar dan meninggalkan sebuah robot berbentuk lonjong berwarna putih. Si robot ini tampaknya sedang sibuk dan serius sekali mencari sesuatu di antara tumpukan-tumpukan sampah. WALL-E tertarik pada si robot dan diam-diam mengikutinya. WALL-E kemudian mengajak EVE ke rumahnya.

WALL-E dengan semangat menunjukkan barang-barang miliknya dan tentu saja video favoritnya. Namun, saat WALL-E menunjukkan sebuah bibit tanaman yang ditemukannya tempo hari, EVE langsung mengambil tanaman itu dan memasukkannya ke dalam tubuhnya, kemudian ia mati alias inactive. WALL-E hanya bisa terkaget-kaget dan hanya pasrah melihat teman barunya mati.

Kemudian, setelah itu, datanglah kembali kapal induk untuk menjemput EVE. WALL-E yang tidak rela EVE pergi kemudian mengikuti kapal itu sampai ke luar angkasa. Di dalam kapal AXIOM, pesawat itu mendarat, dan ternyata di sanalah seluruh penduduk bumi berada. Mereka hidup dengan bergantung sepenuhnya pada teknologi. Berkomunikasi lewat layar komputer, dan melakukan segalanya dengan bantuan robot. Mereka duduk di kursi otomatis, tidak pernah bergerak dan beraktivitas, sehingga akibatnya tubuh mereka menjadi gemuk-gemuk. Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana WALL-E dapat menyelamatkan EVE? Dan mungkin juga menyelamatkan bumi?

Salah satu cuplikan film :

Komentar saya :

WALL-E sangat menarik untuk disaksikan. Sangat menakjubkan untuk film animasi yang diisi dengan animasi yang begitu apik dan sangat bagus.  Bagi yang telah menontonnya, pasti tahu kalau 30 menit pertama, hampir tak ada dialog yang terjadi. Hanya lagu-lagu, suara kaki WALL-E, dan suara-suara lainnya.

Film animasi ini mempunyai kualitas gambar & teknik animasi yang begitu halus dan begitu sedap dipandang seperti gerakan manusia karena yang memproduksi film ini adalah Disney-Pixar yang sudah sangat berpengalaman menciptakan film-film animasi seperti Finding Nemo, The Incredibles, Cars, dll.

Seperti film-film animasi ciptaan Pixar lainnya, WALL-E juga mempunyai cerita yang bagus dan  kaya akan makna-makna / pesan-pesan kehidupan yang tersirat di dalamnya. Robot-robot yang ada di film ini bergerak seakan-akan mempunyai perasaan & jiwa sendiri, begitu pas sekali & malah sepertinya lebih manusiawi dari manusianya itu sendiri. Namun karena WALL-E bisa dibilang bukan tergolong film animasi yang ringan, kemungkinan penonton anak-anak yang berumur di atas 9 tahun yang baru bisa menangkap apa maksud dari film WALL-E ini.

Pesan utama & paling penting yang dimunculkan di film ini adalah tentang merawat bumi yang kita tinggali. Isu pencegahan global warming sangat melekat di film ini karena film animasi ini menggambarkan keadaan bumi jika kita tidak bisa merawat dan menjaga bumi kita agar tetap bersih, nyaman, dan hijau untuk ditinggali baik sekarang atau generasi mendatang.

Film animasi ini juga menggambarkan interaksi sosial di antara manusia sangatlah kurang. Hubungan emosional dan perasaan manusia sama sekali tak ada, manusia terlalu terlena dengan kemajuan teknologi yang tak terbendung cepatnya. Bergantung kepada teknologi membuat manusia malas bergerak & berpikir sehingga tak heran manusia di film ini digambarkan gemuk-gemuk dan malas. Itu semua bisa dikatakan salah satu dampak negatif dari interaksi manusia dengan komputer yang terlalu berlebihan. Maksudnya, banyak robot yang diciptakan memang untuk membantu pekerjaan manusia, tapi jika akhirnya malah membuat manusia menjadi malas bekerja dan menyerahkan semua pekerjaan kepada robot, itu adalah salah satu contoh pemberdayaan teknologi yang salah.

Bolehlah kita mengembangkan teknologi dan terus berinteraksi dengan komputer, tapi masih harus kita yang memegang kendali, kita harus tetap melakukan hubungan sosial dan pekerjaan yang berhubungan dengan kepentingan pribadi maupun secara sendiri. Meskipun dalam segi STM (Short Term Memory) komputer, ketepatan proses, dan kecepatan proses lebih baik dari manusia. Tapi LTM (Long Term Memory), kemampuan memahami, mekanisme konsentrasi, dan pola pikir yang kompleks adalah kelebihan manusia dibandingkan komputer. Terbukti bahwa kitalah yang menciptakan dan mengembangkan teknologi bukan sebaliknya. Jadi, apakah perlu kita bergantung kepada teknologi jika kita masih bisa melakukannya sendiri? Kalau bisa kita lakukan, ya kita lakukan saja, sekaligus hitung-hitung olahraga dan yang paling penting mendapatkan pengalaman karena tidak ada guru yang lebih baik selain pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: