Personal Space

Dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita berbicara dengan orang lain, kita membuat jarak terhadap orang yang kita ajak bicara, jarak ini sangat bergantung pada bagaimana sikap dan persepsi kita terhadap orang tersebut. Persepsi ruang inilah yang disebut oleh J.D. Fisher sebagai personal space. Personal space didefinisikan sebagai suatu batas maya yang mengelilingi kita yang dirasakan sebagai wilayah pribadi kita dan tidak boleh dilalui oleh orang lain.

Jika dianalogikan, Personal space ini seperti layaknya sebuah tabung yang memiliki lapisan-lapisan. Lapisan-lapisan ini adalah ruang-ruang tak terlihat dimana kita merasa aman terhadap lawan bicara kita. Pelanggaran terhadap jarak ini dapat membuat sang “korban” merasa tidak nyaman, kesal, cemas, atau bahkan mungkin marah. Menurut E.T. Hall ada 4 lapisan personal space:

Jarak intim: (0-0.5m) jarak ini adalah jarak dimana kita hanya mengizinkan orang-orang yang terasa sangat dekat dengan kita untuk berada didalamnya. Biasanya kekasih/pasangan, orang tua, kakak/adik, dan sahabat dekat dapat memasukinya tanpa menimbulkan rasa risih.

Jarak personal: (0.5-1.3m) jarak ideal untuk percakapan antara 2 orang teman atau antar orang yang sudah saling akrab.

Jarak sosial: (1.3-4m) jarak yang biasa kita buat untuk hubungan yang bersifat formal, seperti: bisnis, pembicaraan dengan orang yang baru kita kenal, dsb.

Jarak publik: (4-8m) jarak untuk hubungan yang lebih formal seperti penceramah dengan hadirinnya. Paspampresnya amerika biasanya membuat ruang kosong selebar +/- 4m untuk menjaga pejabat penting.

Sangat sulit menentukan jaraknya secara tepat, kemungkinan ada perbedaan-perbedaan tergantung siapa yang mendekati, dalam keadaan apa dan siapakah yang didekati.
Hal yang dapat berpengaruh pada jarak personal space adalah jenis kelamin, pria/wanita biasanya membuat jarak jika berbicara pada lawan jenisnya. Tetapi wanita biasanya mengecilkan jarak tersebut jika berbicara kepada wanita lainnya. Sedangkan untuk pria, jarak tidak mengecil ketika berbicara kepada pria lainnya.
Faktor lainnya adalah umur, pada remaja personal space ketika berbicara pada lawan jenisnya akan semakin besar, tetapi tidak pada anak-anak. Sementara pada anak-anak, personal space dengan orang yang tidak dikenalnya akan lebih besar dibanding pada remaja atau orang dewasa.
Selanjutnya, kepribadian dari orang tersebut juga berpengaruh. Orang yang introvert memiliki jarak personal space yang lebih besar dibanding orang yang ekstrovert.
Selain itu, hal yang paling penting adalah faktor lingkungan dan budaya, pria arab sangat berdekatan ketika berbicara dengan pria arab lainnya bahkan mungkin merangkul dan mencium bahunya. Tetapi pria dan wanita akan berdiri lebih jauh ketika berbicara di arab daripada di barat.
Penduduk dikota yang sudah terbiasa personal spacenya dilewati, memiliki personal space yang lebih kecil dibanding penduduk di desa. Tetapi penduduk kota biasanya memiliki reaksi yang lebih agresif dibanding penduduk di desa jika personal spacenya dilanggar.
Personal space ini juga dapat menjadi sarana komunikasi, lawan bicara dapat memprediksikan sikap dan persepsi orang yang diajaknya bicara melalui reaksinya ketika personal spacenya dilanggar. Ketika lawan bicara berusaha masuk ke personal space seseorang dan orang yang diajak bicaranya tidak merasa risih bahkan semakin mendekati adalah tanda persetujuan untuk semakin akrab dengan lawan bicaranya sementara jika reaksinya menghindar dapat diartikan bahwa orang itu ingin memertahankan zona pribadinya.

didapat dari : http://psipop.blogspot.com/2010/03/ruang-pribadi-personal-space.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: