Bermain Bukanlah Hal Buruk Bagi Anak Kecil

Bermain adalah dunia anak. Semua anak-anak pasti menyukai bermain, bahkan hampir sebagian waktunya dihabiskan untuk kegiatan bermain. Orang tua sampai sedikit memarahi karena anak terlalu lama bermain sehingga lupa waktunya makan, mandi dan belajar. Di sekolah pun saat jalannya Pembelajaran sering pula mereka bermain sendiri sehingga kadang ditegur gurunya. Sepertinya tiada waktu tanpa bermain.

Di tangan seorang anak, benda apapun bisa berubah menjadi alat permainan baginya. Tak jarang orang tua sedikit jengkel dengan tingkah polah anak yang membuat berantakan semua isi rumah gara-gara dipakai untuk bermain. Namun tahukan Anda bahwa sesungguhnya kegiatan bermain dapat mencerdaskan anak, selain memberi mereka makanan yang kaya nutrisi buat otak tentunya. Itulah sebabnya para ahli menyarankan agar orangtua mulai mengenalkan aneka jenis permainan sejak bayi.

“Anak yang aktif secara fisik memiliki tingkat konsentrasi yang lebih baik dan hal ini sangat mendukung prestasi akademiknya di sekolah,” kata Jack Kern, profesor kinesiologi dari University of Arkansas, Amerika Serikat.

Penelitian yang dilakukan para ahli di Inggris menguatkan pendapat Kern tersebut. Diketahui bahwa anak-anak yang memiliki gaya hidup sedentari (kurang bergerak) tidak hanya berpontensi menjadi gemuk tapi juga memiliki kecerdasan yang rendah.

Berbagai data dan penelitian juga menyatakan 70 persen perkembangan otak anak di 3 tahun pertama usianya bisa dioptimalkan dengan bermain. Namun, bagaimanakah mekanisme bermain mampu mencerdaskan otak anak?

Saat lahir, otak anak belum terbentuk sempurna dan akan terus berkembang sejalan pertumbuhan seorang anak. Permainan olahraga dan aktivitas fisik pada bayi dan balita akan berpengaruh pada perkembangan otak terutama dalam peningkatan kapasitas otak dalam penyimpanan informasi dan memanggil kembali informasi yang masuk.

Selain itu, agar sel-sel otak makin berkembang dan terhubung satu sama lain, otak perlu dirangsang dan diberi pengalaman. Permainan yang membuat anak aktif bergerak diketahui mempercepat sambungan sel-sel otak pada anak. Lewat permainan, otak juga makin terlatih untuk melakukan tugas-tugas yang butuh konsentrasi.

Bukan hanya itu, permainan fisik akan meningkatkan sirkulasi sel darah merah ke seluruh tubuh. Menurut Dr. Karen Heath dari Research Unit for Exercise Science and Sport Medicine, sel darah merah adalah pembawa oksigen dalam darah.

“Dengan meningkatnya aktivitas fisik, meningkat pula sirkulasi darah dalam tubuh anak. Hal ini sangat penting untuk otak, terutama saat anak mengerjakan tugas-tugas ujian yang butuh konsentrasi tinggi,” katanya.

Itu sebabnya, biarkan anak bermain sepuasnya. Sesibuk apa pun, ajaklah anak bermain dan perkenalkan ia pada variasi permainan sesuai usianya. Yang terpenting adalah aktivitas yang dilakukan menyenangkan untuk anak dan jangan paksa anak melakukan permainan yang tidak disukainya.

Jadi mulai sekarang tidak ada salahnya membiarkan anak-anak membuat porak poranda seisi rumah buat arena bermain mereka. Rasa capek Anda saat beres-beres, akan sebanding dengan peningkatan kecerdasan putra-putri Anda.

1 Komentar (+add yours?)

  1. Thomas
    Apr 15, 2010 @ 01:12:14

    Anak2 kecil biasanya belajar lewat bermain.

    salam

    http://thomasandrianto.wordpress.com/2010/04/12/p-s-i-love-you/

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: