Sebuah Paragraf…

A. Pengertian Paragraf

Berikut ini adalah pengertian paragraf dari berbagai sumber :

  • “Paragraf adalah kumpulan kalimat beberapa kalimat yang saling berkaitan.” (Hayon, Josep: 2007, hal. 32)
  • “Paragraf adalah kumpulan beberapa kalimat yang secara bersama-sama mendukung satu kesatuan pikiran.” (Rahayu, Minto: 2007, hal. 97)
  • “Sekelompok kalimat yang yang saling berhubungan dan secara bersama-sama menjelaskan satu unit buah pikiran yang sejalan dengan buah pikiran seluruh tulisan.” (Wiyanto, Asul: 2006, hal. 13)
  • “Paragraf adalah pembagian komposisi tertulis yang terdiri dari satu atau lebih kalimat dan berhubungan dengan satu titik atau memberikan kata-kata seorang pembicara.” (Meriam)

Contoh Paragraf :

Embun terbentuk dengan baik pada malam hari yang cerah dan tenang. Ketika angin bertiup, udara tidak cukup waktu untuk bersentuhan dengan benda-benda dingin, sehingga membutuhkan lebih banyak waktu untuk menjadi dingin mendekati titik embun. Ketika langit berawan benda-benda menjadi dingin lebih lama karena awan memancarkan kembali panas ke bumi. Embun juga terbentuk dengan baik ketika kelembaban tinggi.

B. Isi Paragraf

1.      Gagasan Pokok

Gagasan pokok (gagasan utama) merupakan jiwa dari karangan yang berisi ide dasar masalah yang akan dibicarakan di dalam paragraf. Gagasan pokok biasanya dituangkan di dalam kalimat topik. Sebuah paragraf harus memiliki gagasan pokok. Jika sebuah paragraf tidak memiliki kalimat topik maka tidak jelas sesuatu atau maksud yang diungkapkan oleh penulis. Dari contoh paragraf di atas, gagasan pokoknya, yaitu :

“Embun terbentuk dengan baik pada malam hari.”

2.      Kalimat Topik

Kalimat topik adalah kalimat yang paling terpenting dalam sebuah paragraph karena merupakan ide utama dalam paragraph tersebut. Topik juga mengontrol dan membatasi ide yang didiskusikan dalam paragraph. Kalimat topik dibagi menjadi dua bagian yaitu topik dan pengontrol ide, sedangkan topik adalah subject yang kita bicarakan. Dari contoh paragraf di atas adalah kalimat topiknya yakni :

“Embun terbentuk dengan baik pada malam hari yang cerah dan tenang”

Topik : Embun terbentuk dengan baik

Pengontrol ide : Malam hari yang cerah dan tenang.

3.      Kalimat Pendukung

Kalimat Pendukung harus “mendukung” atau menjelaskan ide yang dinyatakan dalam kalimat topik. Rincian penting untuk membantu pembaca memahami apa yang Anda tulis. HARUS menjawab pertanyaan yang diajukan oleh kalimat topik Anda. Dari contoh paragraf di atas, kalimat pendukungnya yaitu :

“Ketika angin bertiup, udara tidak cukup waktu untuk bersentuhan dengan benda-benda dingin, sehingga membutuhkan lebih banyak waktu untuk menjadi dingin mendekati titik embun. Ketika langit berawan benda-benda menjadi dingin lebih lama karena awan memancarkan kembali panas ke bumi. Embun juga terbentuk dengan baik ketika kelembaban tinggi.”

Contoh paragraf lengkap  dengan topik fenomena multimedia

“Penggunaan multimedia seringkali ditemukan pada zaman serba canggih seperti sekarang. Baik untuk media penyampaian materi ataupun untuk keperluan hiburan. Alasan mengapa multimedia menjadi sangat popular adalah karena tampilan multimedia yang beraneka ragam sehingga tidak membuat orang-orang yang memperhatikannya tidak cepat bosan dan tetap memperhatikan.

Sebagai contoh, seorang pegawai memiliki sebuah ide untuk membuat sebuah robot. Pegawai itu tentu harus menyampaikan ke kepala divisi agar perusahaan tempatnya bekerja menyetujui untuk membuat robot tersebut. Sangat merepotkan kalau pegawai itu harus menyampaikan idenya secara lisan atau dalam bentuk tertulis kepada atasannya. Untuk itu dia membuat sebuah animasi dari cara kerja robot rancangannya. Dengan menggunakan animasi, kepala divisi perusahaan bisa memahami cara kerja robot rancangan pegawai itu dengan mudah dibandingkan jika dijelaskan dengan lisan atau tertulis.

Dalam hal pendidikan, multimedia juga sangat berguna. Penyampaian materi pelajaran dengan menggunakan multimedia akan lebih cepat dipahami oleh para murid karena tampilan yang lebih menarik sehingga mereka tidak cepat bosan dan terus memperhatikan materi tersebut hingga selesai. Lagipula, informasi yang divisualisasikan tentu akan lebih mudah untuk dipahami.

Namun, penggunaan multimedia dalam pembelajaran juga memiliki masalah, yaitu jika listrik padam. Multimedia yang biasanya menggunakan listrik tentu tak akan bisa digunakan. Untuk itu, diperlukan persiapan jika multimedia tidak bisa digunakan. Di luar kekurangan itu, tak bisa dipungkiri kalau multimedia benar-benar sangat berguna, baik untuk pembelajaran maupun hiburan. Oleh karena itu, pengembangan di bidang multimedia harus terus dilakukan agar proses pembelajaran terasa lebih menarik dan menyenangkan.”

Sumber :

http://organisasi.org/pengertian_paragraf_alinea_dan_bagian_dari_paragraf_bahasa_indonesia

http://tubanku.wordpress.com/2007/10/06/tips-membuat-karya-tulis/

http://t_wahyu.staff.gunadarma.ac.id/Downloads

repository.binus.ac.id/content/G0012/G001225729.ppt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: